Sabtu, 07 Oktober 2017

SELEKSI SDM PELAKSANA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) TAHUN 2017

Rekrutmen SDM PKH

Sampai tahun 2017 jumlah SDM PKH sebanyak 25.012 orang

Dalam rangka perluasan PKH dari 6 juta menuju 10 juta KPM tahun 2018 diperlukan 16.092 orang antara lain :
- Pendamping sosial sebanyak 14.227 orang
- Pekerja Sosial Supervisor sebanyak 877 orang
- Administrator Database 607 orang
- Asisten Pendamping 172 orang bagi TKSK.
Ketiga jabatan tersebut diumumkan melalui Website https://www.kemsos.go.id sejak tgl 7 Oktober 2018. Adapun pendaftaran menggunakan aplikasi berbasis android dengan nama "Seleksi SDM PKH Tahun 2018" mulai tanggal 9 Oktober 2017 Jam 00:00 WIB.

Harapan besar kepada seluruh saudaraku se-Tanah Air Indonesia yang berminat bergabung bersama PKH, mungkin satu yang harus kita sepakati bersama diawal adalah bergabungnya kita siap keluar dari zona aman dan nyaman, untuk kerja purna waktu dan siap menjadi orang-orang tegar. Sungguh semua kita belum sempurna, tetapi kita semua tengah belajar dan berusaha untuk menjadi pribadi-pribadi yang tegar dan setidaknya ini adalah pemikiran saya terhadap sebagian filosofi Mars PKH.

Mars PKH

Satukan langkah menyongsong masa depan
Berbekal niat dan kebersamaan
To Help People and to help themselves
Kita tanam dalam jiwa kita

Mari sadari bangsa ini besar
harus dibangun oleh orang-orang tegar
kita tingkatkan komitmen dan dukungan
Tuk mencapai Indonesia Jaya

...


Tes tertulis seleksi Operator dan Pendamping PKH tahun 2015, ada diantara mereka yang sekarang eksis bersama barisan PKH di Kabupaten Pringsewu ... (dokumentasi pribadi)
Kita hanya sebagian kecil dari anak bangsa yang peduli dan ingin berbuat untuk sesama, semoga segala niat baik dan usaha kita menjadi tambahan catatan kebaikan di hadapan Allah SWT. Lusa, tanggal 9 Oktober 2017 mari daftar melalui aplikasi berbasis android dengan nama "Seleksi SDM PKH Tahun 2018" yang dapat diunduh di google play store. Berikut rilis pengumuman Panitia Seleksi SDM Pelaksana PKH Tahun 2017, Kementerian Sosial RI.


PENGUMUMAN
SELEKSI SDM PELAKSANA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH)
TAHUN 2017

NOMOR   002/LJS.JSK.TU.PANSEL/10/2017

Kementerian Sosial Republik Indonesia membuka kesepatan kepada Warga Negara Indonesia Pria dan wanita yang memiliki integritas dan komitmen tinggi untuk menjadi Koordinator Regional, Koordinator Wilayah, Koordinator Kabupaten/Kota, Pekerja Sosial Supervisor, Pendamping Sosial, Asisten Pendamping Sosial, dan Administrator Database PKH.

Senin, 11 Juli 2016

... karena operator dan pendamping PKH bukanlah Satpam, Pengemudi, atau Petugas Kebersihan

Bukan bermaksud mengeluh atau mengkritisi kebijakan Pusat yang cenderung kontra produkstif, atau PHP dengan menjanjikan gaji 13 dan lain sebagainya. Pendampingan sosial tidak lantas terhenti hanya karena di PHP karena operator dan pendamping PKH bukanlah Satpam, Pengemudi, atau Petugas Kebersihan

Pembukaan Pelatihan Good Parenting Oleh Bupati Pringsewu
Bagi seorang pendamping sosial terutama pendamping PKH, rutinitas kesehariannya adalah sebagai upaya mewujudkan tujuan akhir program keluarga harapan secara nasional tidak pernah sepi dari agenda, mulai dari rutinitas terkait P2K2 (pertemuan pemantapan kemampuan keluarga) atau yang lazim disebut sebagai pertemuan kelompok PKH bulanan, sampai dengan agenda-agenda peningkatan kecakapan dan keterampilan si pendamping sendiri. Sedari awal keberadaan program keluarga harapan menuntut bagi para pendamping PKH untuk memiliki multi talenta walau upaya untuk itu sendiri seperti kurang diperhatikan, walhasil hanya sebagaian dari pendamping PKH saja yang mempunyai komitmen besar untuk terus mengupayakan peningkatan kualitas kemampuan diri terkait pendampingan sosial yang menjadi profesinya. Baik itu diupayakan secara mandiri atau ikut aktif dalam pelatihan dan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh instansi terkait atau lintas program terkait. Seperti halnya pelatihan good parenting yang diadakan oleh salah satu lembaga perlindungan anak bekerja sama dengan LKKS Kabupaten Pringsewu pada tanggal 2-4 Juni 2016 yang lalu. Rencananya, kegiatan tersebut akan diagendakan untuk seluruh pendamping PKH yang ada di Propinsi Lampung sebagai upaya meningkatkan keterampilan pendamping PKH dalam pendampingan sosialnya.
Bukan sekedar diperolehnya tambahan keterampilan oleh pendamping PKH semata akan tetapi berbagai agenda kegiatan yang dilaksanakan sebagai rangkaian proses bisnis PKH juga bisa berdampak positip langsung kepada KSM peserta PKH. Setidaknya hal tersebut yang bisa diupayakan oleh pendamping PKH dalam setiap pertemuan kelompok pada wilayah dampingannya. Sebagaimana amanah program yang tertuang dalam agenda nasionalnya bahwa pendamping PKH berkewajiban memastikan seluruh peserta PKH dampingannya mendapatkan manfaat dari komplementaritas program sebagai wujud inisiative baru PKH, namun demikian tetap tidak terlewatkannya agenda rutin sebagai proses bisnis PKH yang ada dalam bulan berjalan.      

Pendampingan Sosial dan Komplementaritas Program PKH 2016

Pendampingan sosial yang dilakukan oleh pendamping PKH menjadi harapan besar untuk tercapainya tingkat kesejahteraan yang lebih baik agar bisa mengantarkan KSM peserta PKH menuju gerbang kebebasan dari kemiskinan dan keterpurukan. Untuk itulah diperlukannya komitmen yang kuat dalam melaksanakan tugas kerjanya dalam pendampingan sosial, serta mengupayakan kepastian terlaksananya komplementaritas program bagi seluruh peserta PKH dampinganya. Komplementaritas yang merupakan komponen pelengkap program untuk memenuhi kebutuhan dasar KSM berupa program perlindungan sosial dan jaminan sosial didesain untuk saling melengkapi sehingga menimbulkan daya ungkit yang besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin. Dalam hal ini seluruh peserta PKH berhak memperoleh bantuan komplementaritas lainnya dan itu menjadi agenda utama bagi pendamping PKH dalam pendampingan sosial yang dilakukannya.
Untuk menwujudkan hal tersebut tidak cukup hanya bertumpu pada inisiasi dari pendamping PKH semata, akan tetapi perlu adanya upaya serius yang terintegrasi antar elemen pokok yang terlibat langsung dalam pelaksanaan PKH. Mulai dari perencanaan, pemetaan, penyusunan program, sampai dengan eksekusi program di lapangan. Serta bagian penting yang menjadi keharusan adalah monitoring dan evaluasi atas setiap tahapan satuan program yang dilaksanakan. Pada titik inilah terdapat pertemuan antara stake holder dan pelaksana program di lapangan yang bisa sangat menentukan apakah satuan program yang dilaksanakan sesuai sasaran dan apakah peserta PKH sudah mendapatkan manfaat atas setiap program yang ada sebagai amanat komplementaritas program PKH. Ini menjadi sangat penting untuk dipastikan, karena desain awal adanya program-program pelengkap tersebut untuk mempercepat daya ungkit agar KSM peserta PKH segera mentas dari kemiskinannya.
Kartu-kartu sebagai tanda berhaknya atas manfaat program pemerintah bagi masyarakat miskin adalah wujud
dari komplementaritas program, walau masih banyak terjadi tidak tepat sasaran
Berdasarkan pada hal tersebut, maka seluruh pendamping PKH diharapkan secara berterusan memiliki inisiasi untuk mengevaluasi pelaksanaan pendampingan sosial yang dilakukannya hingga bisa memastikan seluruh peserta PKH dampingannya sudah mendapatkan setiap program dari komplementaritas program yang ada. Upaya tersebut bisa dimulai dengan memutahirkan data base KSM dampingan, advokasi, dan meningkatkan sinergitas dan koordinasi rutin dengan stake holder terkait. Jika semua sudah bisa terintegrasi dengan baik, maka capaian hasil atas komplementaritas program PKH akan memberikan dampak atas perbaikan tingkat kemampuan dan kesejahteraan KSM peserta PKH. Namun yang menjadi pertanyaan besar dalam hal ini, sudahkah setiap pendamping PKH memiliki cukup pengetahuan dan telah mampu melaksanakan kewajibannya dalam mengupayakan kompementaritas program PKH tersebut?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...