Senin, 10 November 2014

PROGRESS PLAN PKH


SKEMA PROGRESS PLAN PEMBINAAN KSM PKH BERKELANJUTAN 
(untuk Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu)

Saat sekarang pelaksanaan PKH di Kecamatan Sukoharjo memasuki tahun ke tiga dan bulan ke 22 terhitung pelaksanaan pertemuan kelompok PKH yang dimulai sejak Desember 2012. Pembinaan kelompok-kelompok PKH dalam masa pendampingan pelaksanaan PKH minimal 1 kali dalam sebulan diadakan pertemuan kelompok yang didalamnya dilakukan motivasi secara bertahap terhadap peserta PKH, pada saat bersamaan juga menjadi satu kesempatan untuk lebih mengenal orang per orang dan kemampuan interaksinya dengan sesama anggota peserta PKH lainnya dalam satu kelompok. Ini yang saya maksudkan pemetaan terhadap peserta untuk mengetahui komposisi paling ideal dalam pengoptimalan hasil capaian kegiatan yang akan dilaksanakan. Untuk mempertajam atas pengamatan langsung dalam setiap kelompok keterlibatan tokoh dan pamong setempat akan informasi siapa dan bagaimana peserta PKH dampingan menjadi sangat penting. Selain itu kunjungan langsung ke rumah yang bersangkutan bisa memberi gambaran atas keseharian peserta PKH dan karakter masing-masing, walau belum secara keseluruhan bisa terjangkau karena ada beberapa hal teknis yang menjadi kendala seperti ada yang memelihara anjing atau tidak di tempat karena ngumbul (buka kebun di kawasan atau buruh garap). Akan tetapi apa yang diupayakan sampai dengan sekarang lumayan cukup untuk membuat progress plan pendampingan PKH, khususnya untuk kelompok-kelompok PKH dampingan saya.

Skema Progress Plan Pendampingan PKH Kecamatan Sukoharjo
Gagasan untuk membuat rintisan KUBE PKH memang sudah sejak pertama kali pelaksanaan pertemuan kelompok PKH, bahkan dalam pertemuan awal hal tersebut sudah pun disampaikan secara sekilas. Diawal pelaksanaan pendampingan ada 11 kelompok PKH yang kesemuanya menyatakan kesediaan untuk merintis KUBE PKH termasuk satu kelompok yang berkeinginan membentuk KUBE PKH dengan beternak kambing (sampai saat ini belum bisa terealisasi). Dimulai dengan iuran sukarela setiap anggotanya pada bulan pertama kepesertaan sebagai peserta PKH dan penyisihan dari bantuan PKH yang diterima, beberapa kelompok menunjukkan semangat yang luar biasa. Dengan keterbatasan pengetahuan yang ada dan modal usaha yang minim ada diantara kelompok yang terus bermetamorfosis pada kondisi kemapanan kegiatan usaha kelompok, tetapi ada juga beberapa kelompok yang akhiran stagnan dan ada pula yang sempat vakum karena failid dalam usaha kelompoknya. Banyak faktor yang sangat berpengaruh atas apa yang terjadi dengan perkembangan disetiap kelompok PKH yang ada, baik yang berasal dari internal kelompok sampai dengan keterbatasan dari pendamping itu sendiri. Ada beberapa faktor yang berpengaruh kuat terhadap perkembangan kelompok PKH yang ada diantaranya adalah dukungan atau suport dari pemerintah pekon setempat disamping keinginan yang kuat dari kelompok atau KSM untuk segera mentas dari kondisi yang ada. Tetapi secara umum pelaksanaan pendampingan dan pembinaan terhadap kelompok memang ada pola sampling yang sengaja diterapkan ini berdasarkan saran dari rekan disalah satu perguruan tinggi di Bandar Lampung. “Tidak mungkin untuk kesemua kelompok digarap keseluruhan secara bersamaan, tetapkan satu kelompok sebagai percontohan. Buat pengembangan produk yang berbeda untuk masing-masing kelompok atau desa, ini untuk menghindari benturan dalam pengembangan”. Atas dasar evaluasi terhadap karakter kelompok, latar belakang KSM, pelaksanaan kegiatan kelompok, dan capaian kerja kelompok maka masuk tahun kedua pendampingan ditetapkan Kelompok PKH Lestari Pekon Waringinsari Barat untuk jadi percontohan bagi kelompok yang lainnya. 
Rintisan kegiatan KUBE PKH Lestari menjadi salah satu alasan penetapan kelompok ini untuk jadi percontohan

Selasa, 04 November 2014

TENTANG PKH ( part 2)

Kelompok PKH Lestari memasuki bulan ke 23 pelaksanaan PKH telah menjadi sebuah noktah harapan baru  bagi KSM peserta PKH di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu



7.    Apa kewajiban peserta PKH?
Agar memperoleh bantuan tunai, peserta PKH diwajibkan memenuhi persyaratan dan komitmen untuk ikut berperan aktif dalam kegiatan pendidikan anak dan kesehatan keluarga, terutama ibu dan anak.
1.  Kesehatan
KSM yang sudah ditetapkan menjadi peserta PKH dan memiliki kartu PKH diwajibkan memenuhi persyaratan kesehatan yang sudah ditetapkan dalam protokol pelayanan kesehatan sebagai berikut:
1) Anak usia 0-6 tahun:
a.  Bayi baru lahir (BBL) harus mendapat IMD, pemeriksaan segera saat lahir, menjaga bayi tetap hangat, Vit K, HBO, salep mata, konseling menyusui. 
b.  Anak usia 0-28 hari (neonatus) harus diperiksa kesehatannya sebanyak 3 kali: pemeriksaan pertama pada 6-48 jam, kedua: 3-7 hari, ketiga: 8-28 hari. Anak usia 0-6 bulan harus diberikan ASI ekslusif (ASI saja).
c.  Anak usia 0–11 bulan harus diimunisasi lengkap (BCG, DPT, Polio, Campak, Hepatitis B) dan ditimbang berat badannya secara rutin setiap bulan.
d.  Anak usia 6-11 bulan harus mendapatkan Vitamin A minimal sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu bulan Februari dan Agustus.
e.  Anak usia 12–59 bulan perlu mendapatkan imunisasi tambahan dan ditimbang berat badannya secara rutin setiap bulan.
f.  Anak usia 5-6 tahun ditimbang berat badannya secara rutin setiap bulan untuk dipantau tumbuh kembangnya dan atau mengikuti program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD/Early Childhood Education) apabila di lokasi/posyandu terdekat terdapat fasilitas PAUD.
2)  Ibu hamil dan ibu nifas:
a.  Selama kehamilan, ibu hamil harus melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan sebanyak 4 (empat) kali, yaitu sekali pada usia kehamilan sekali pada usia 0-3 bulan, sekali pada usia kehamilan 4-6 bulan, dua kali pada kehamilan 7-9 bulan, dan mendapatkan suplemen tablet Fe.
b.  Ibu melahirkan harus ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan.
c.  Ibu nifas harus melakukan pemeriksaan/diperiksa kesehatan dan mendapat pelayanan KB pasca persalinan setidaknya 3 (tiga) kali pada minggu I, IV dan VI setelah melahirkan.
3)  Anak dengan disabilitas: Anak penyandang disabilitas dapat memeriksa kesehatan di dokter spesialis atau psikolog sesudai dengan jenis dan derajat kecacatan.
2.  Pendidikan
Peserta PKH diwajibkan memenuhi persyaratan berkaitan dengan pendidikandan mengikuti kehadiran di satuan pendidikan/rumah singgah minimal 85% dari hari sekolah dalam sebulan selama tahun ajaran berlangsung  dengan catatan sebagai berikut:
     1)  Peserta PKH yang memiliki anak usia 7-15 tahun diwajibkan untuk didaftarkan/terdaftar pada lembaga pendidikan dasar (SD/MI/SDLB/Salafiyah Ula/Paket A atau SMP/MTs/SMLB/Salafiyah Wustha/Paket B termasuk SMP/MTs terbuka) dan mengikuti kehadiran di kelas minimal 85 % dari hari belajar efektif setiap bulan selama tahun ajaran berlangsung. Apabila ada anak yang berusia 5-6 tahun yang sudah masuk sekolah dasar dan sejenisnya, maka yang bersangkutan dikenakan persyaratan pendidikan.
     2)  Bagi anak penyandang disabilitas yang masih mampu mengikuti pendidikan regular dapat mengikuti program SD/MI atau SMP/MTs, sedangkan bagi yang tidak mampu dapat mengikuti pendidikan non reguler yaitu SDLB atau SMLB.
     3)  Peserta PKH yang memiliki anak usia 15-18 tahun dan belum menyelesaikan pendidikan dasar; maka diwajibkan anak tersebut didaftarkan /terdaftar ke satuan pendidikan reguler atau non-reguler(SD/MI atau SMP/MTs, atau Paket A, atau Paket B).
     4)  Anak peserta PKH yang bekerja atau menjadi pekerja anak atau telah meninggalkan sekolah dalam waktu yang cukup lama, maka anak tersebut harus mengikuti program remedial yakni mempersiapkannya kembali ke satuan pendidikan. Program remedial yakni mempersiapkannya kembali ke satuan pendidikan. Program remedial ini adalah layanan rumah singgah atau shelter yang dilaksanakan Kementerian Sosial untuk anak jalanan dan Kemenakertrans untuk pekerja anak.
     5)  Bila kedua persyaratan di atas, kesehatan dan pendidikan, dapat dilaksanakan secara konsisten oleh Peserta PKH, maka mereka akan memperoleh bantuan secara teratur.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...