Senin, 04 April 2016

PKH Bukan “MIE INSTAN”

“Kalau mie instan, begitu makan kita bisa kenyang. Tetapi Program Keluarga Harapan bukan berarti ketika masyarakat ikut dalam program ini langsung sejahtera dan lepas dari kemiskinan. Perlu kesungguhan yang kuat dan waktu yang tidak sebentar untuk melihat hasilnya. Tidak cukup hanya kerja keras dan dana besar, tetapi kerja cermat dan ikhlas yang terkonsep dan disiplin bisa menjadi kata kunci keberhasilan ...”, pendamping PKH menghela nafas sejenak sambil berharap para pemangku kebijakan bisa lebih peka melihat kenyataan yang ada  

Pertemuan Kelompok PKH Lestari Pekon Waringinsari Barat,
perlu kesabaran dan kecermatan dalam pendampingan terhadap mereka
Program Keluarga Harapan bukanlah program instan untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih baik bagi para KSM peserta PKH, melainkan sebuah program merubah perilaku yang membutuhkan waktu relatif lama untuk bisa tampak hasilnya. Karena itulah selama kurun waktu 5 sampai 6 tahun kepesertaan PKH diharapkan adanya kesungguhan dari kedua belah pihak, yaitu peserta dan pendampingan PKH dalam melaksanakan program. Adanya berbagai pola pendampingan yang inovatif dan kreatif bisa saja mempercepat proses pencapaian perubahan perilaku peserta PKH yang diawali dengan adanya perubahan taraf penghidupan yang lebih baik, seperti terbentuknya kelompok usaha bersama dan tumbuhnya berbagai usaha ekonomi produktif dikalangan peserta PKH atas bimbingan dari pendamping PKH. Hal tersebut sebagai hasil kolaborasi atau sinergitas yang baik antar elemen pelaksana dan pendukung PKH di lapangan. Pada sisi lain, kebijakan stake holder berperan sangat besar atas percepatan pencapaian hasil yang lebih baik jika setiap kebijakan tersebut memang terlahir dari kajian seksama dan merupakan simbiosis mutualisme yang terencana dan bukan kebijakan yang terkesan kejar target tayang.  
Sebagai contoh, implementasi kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial dan UPPKH Pusat terkait pelaksanaan Program Keluarga Harapan diharapkan bisa menciptakan kondisi yang lebih baik dalam proses pendampingan terhadap peserta PKH dan bisa memperbesar peluang tercapainya tingkat kesejahteraan bagi KSM peserta PKH. Selain itu juga dapat memberikan kepastian kerja dan kenyamanan dalam melaksanakan tugasnya bagi segenap pelaku program dari jajaran pusat sampai dengan para pendamping PKH yang langsung menangani KSM peserta PKH di lapangan. Bukan semata untuk mengejar capaian kuantitas yang besar, akan tetapi bisa menghasilkan out put yang berkualitas dan lebih mendekatkan pada tujuan PKH itu sendiri berupa peningkatan kesejahteraan dan pemutusan rantai kemiskinan antar generasi, bukan capaian angka kepesertaan yang besar belaka.

Minggu, 07 Juni 2015

KOMITMEN DAN RUTINITAS PENDAMPINGAN PKH

Pelaksanaan pembayaran bantuan PKH
Pembayaran bantuan PKH adalah puncak dalam pelaksanaan pendampingan PKH pada setiap periodenya. Bukan semata bagaimana terealisasinya pembayaran bantuan dengan capaian maksimal, akan tetapi seberapa besar tingkat pemenuhan komitmen dari setiap peserta PKH tersebut. Sudah menjadi hal yang sama-sama dipahami oleh setiap peserta PKH bahwa besarnya jumlah bantuan yang akan diterima bergantung dengan jumlah kategori yang dimiliki dan prosentase pemenuhan atas kewajiban. Kondisi tersebut dapat terlihat dari hasil verifikasi kesehatan dan pendidikan yang dilakukan oleh para pendamping PKH terhadap KSM dampingannya, hasilnya berupa prosentase pencapaian pemenuhan kewajiban yang selanjutnya menjadi faktor penentu jumlah bantuan yang akan diterima.
Pelaksanaan verifikasi bidang pendidikan PKH perlu komitmen dari semua komponen yang terlibat terutama pihak pelaksana fasilitas pendidikan sebagaimana Bapak Drs. Sukmi AR Kepala SD Negeri 2 Sukoharjo III
Sampai dengan pelaksanaan PKH di tahap kesatu tahun 2015 yang dibayarkan pada bulan April 2015 atau tepatnya penerimaan bantuan PKH tahap kesepuluh dari keseluruhan tahapan menunjukkan kondisi belum 100% pemenuhan kewajiban bagi peserta PKH bisa dipenuhi. Hal ini menjadi gambaran komitmen dari para peserta PKH dan pola pendampingan KSM dalam satu periode bayar. Disamping itu, adanya tingkat capaian yang berbeda dari setiap peserta PKH mencerminkan tingkat akurasi dari verifikasi yang dilakukan. Ini merupakan satu gambaran bukti bahwa PKH adalah salah satu program pengentasan kemiskinan yang memberikan bantuan tunai bersyarat bagi pesertanya, bahkan dari apa yang tersebut di atas keadaan ini mengisyaratkan telah dilaksanakannya tugas verifikasi oleh para pendamping PKH pada wilayah dampingannya masing-masing.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...