Kamis, 19 Desember 2013

Kartu Elektronik PKH

Kartu elektronik PKH (KePKH) semacam ID Card bagi setiap peserta PKH dan berfungsi juga sebagai alat pengakses layanan kesehatan bagi pemilik dan anggota keluarga peserta PKH, sebagaimana kisah berikut :
"... saya nggak punya jamkesmas, saya punyanya ini!", dengan sekujur tubuh yang gemetar karena panik dan kelelahan Ibu Susi Emiliawati menyodorkan kartu elektronik PKH kepada perawat dan dokter yang ada di ruang UGD saat membawa sang buah hati yang sakit dan kejang-kejang.
"Ibu bisa punya kartu ini dari mana?", tanya salah seorang paramedis.
"Saya orang miskin, saya jadi peserta PKH", jawab Ibu Susi masih dalam kepanikan.
"Kartu PKH ini lebih bagus, sudah ibu jangan khawatir tentang kondisi anak ibu", tukas salah seorang dokter yang sepontan menyejukkan hati ibu Susi campur baur dengan rasa haru dan bersyukur karena ia bisa memiliki kartu PKH ...

"Kartu elektronik PKH ternyata lebih bagus dari pada kartu jamkesmas Pak", itu kalimat pertama yang meluncur dari Ibu Lilis saat saya melakukan kunjungan monitoring kerumahnya, tentu saja saya jadi penasaran bagaimana ceritanya bisa demikian. Selanjutnya saya tanya ibu Lilis bagimana ceritanya kok kartu elektronik PKH dibilang lebih bagus seperti sepenggal cerita tentang ibu Susi Emiliawati di atas. Saat ibu Lilis dan ibu Winarti perwakilan kelompok PKH Mawar Pekon Sukoharjo III Barat yang menjenguk ibu Susi di RSUD Pringsewu bercerita kepada pendamping PKH kemarin (Kamis, 19 Desember 2013). "Saya sampai mbrebes (mengeluarkan air mata : pen) dan merinding loh Pak waktu besuk bu Susi kemarin", ungkap bu Lilis yang juga membuat bulu kuduk saya merinding dan terharu. Saat di rumah sakit daerah Kabupaten Pringsewu pasien peserta PKH yang menggunakan kartu elektronik  PKH untuk mengakses layanan kesehatan masyarakat mendapat pelayanan maksimal sungguh ini adalah keadaan yang harus saya syukuri, mengingat sebelumnya masih sempat terjadi kesalahpahaman oleh petugas medis hingga kartu elektronik PKH milik peserta PKH tidak bisa digunakan untuk mengakses layanan kesehatan. Ini satu bukti nyata tentang komitmen yang sungguh-sungguh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu sebagaimana yang pernah dijanjikan oleh Ibu dr. Hj. Endang Budiati, M.Kes. selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu dalam rapat koordinasi bulanan pendamping dan operator PKH di Pendopo Balai Pekon Podomoro (Selasa, 29 Januari 2013). 


 Saat ini anak-anak ibu Susi sudah pulih, tapi justru tadi malam ibu Susi yang terpaksa dirawat inap di Puskesmas Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu karena terserang muntahber. "Besok, kalau Bapak mau ngurus administrasi pakai  kartu elektronik PKH saja", demikian saya sampaikan kepada Pak Khalimi suami dari ibu Susi tadi malam saat besuk di Puskesmas Sukoharjo. Semoga pihak Puskesmas Sukoharjo juga memberi pelayanan yang terbaik bagi mereka masyarakat miskin pengguna kartu elektronik PKH dalam mengakses layanan kesehatan karena sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar